9

Kartini itu....

Selamat hari kartini buat semua wanita-wanita perhiasan dunianya keluarga :)

Assalamu'alaikum ^___^

Menjelang siang tadi, bandung diguyur hujan deras, biasanya jam segitu jadwal saya duduk mantep di depan tv mantengin acara little miss Indonesia punyanya SCTV :D. Cuma karena hujan deras dan petir, jadi saya memilih untuk tidur siang :D. Jadi begini, setiap wiken, kalau lagi diam di kosan, sehabis makan siang saya pasti anteng depan tv, Kalau sabtu jadwalnya Idola Cilik, Minggu ya itu tadi :)

Saya suka menonton acara-acara anak-anak terlebih disana akan ada orang tua yang mendampingi putra-putrinya berkompetisi, Nah! Disanalah saya akan lihat wajah-wajah segelintir kartini-kartini tangguh kepunyaan Indonesia.

Dulu, mungkin tugas kartini amatlah berat, memperjuangkan harkat dan martabat wanita, agar tidak lagi diinjak-injak. Sekarang, semua itu sudah semakin ringan, misalnya: dari sisi karir, peluang wanita sudah sama dengan pria (di bidang tertentu, karena ada profesi yang sejatinya memang pekerjaan para lelaki), dari segi pendidikan, wanita tidak dilarang untuk mengenyam pendidikan setinggi-tingginya, dsb. Namun, ada satu tugas berat yang belum berubah, Kartini sekarang tetap menjadi sekolah pertama bagi putra-putrinya. Kartini sekarang menjadi nahkoda bagi si kecilnya di rumah. Kartini di rumah bisa menjelma menjadi apa saja: bidadari, koki, sekuriti, dokter, tukang pijit, guru ngaji, guru pelajaran sekolah, pelatih, tukang jahit, tukang semir sepatu, dll yang banyak lagi, takut tidak muat postingannya jika saya muat profesi kartini di rumah :)

Sungguh, kartini-kartini di rumah kita sangatlah kuat. Ahh, lagi-lagi tak mungkin juga saya ceritakan kehebatan mereka satu persatu. Kartinimu, kartiniku, akan selalu sama, mereka adalah Ibu, mereka adalah ibu-ibu yang kita jumpai, mereka adalah Ibu guru yang mengajari kita, Ibu dokter yang mengobati kita...

Salam sayang untuk semua kawan-kawan yang sudah menjadi Ibu, Semangat menadi Kartini di rumah, Semangat menebar cahaya terang yang dulu telah Kartini perjuangkan ^____^


I am proud to be woman :)

Love,

-vi^^-


14

Cemilan ngantor: Pancake :9

Assalamu'alaikum...

Happy satnite,all ;)

Bandung lagi lucu-lucunya nih, hujan dari semalam yang tak kunjung henti, semriwing dingin juga pas banget buat memposting karya-karya kecil yang sempat terarsipkan :D

Ini dia..Cemilan atau lebih tepatnya ini menu sarapan pagi saat ngantor, Pancake namanya. Bikinnya simpel, hasilnya dobel (gak hanya nyemal-nyemil tapi juga mengenyangkan dan menyehatkan). Walaupun gak hidup dengan full gaya sehat, minimal saya mengatur asupan yang masuk ke tubuh, misalnya: mengusahakan sarapan pagi saat ngantor, mengusahakan untuk gak makan mie instan sering-sering min 1x2minggu, mengusahakan sarapan oat 2xseminggu (kalau tiap hari bisa eneg), de el el. Ini dilakukan semata-mata untuk menjaga kesehatan, untuk kau dan si buah hati kalau kata Om pance mah :p Dan saya yakin, kawan blogger pasti punya menu-menu ciamik buat ngatur pola makan ;)

Okeh, jadi bikin pancake ini gampang-gampang susah. Di percobaan pertama, pancake saya berhasil menyerupai martabak mini aka berpori, kata teman kosan yang sering bikin sih, itu mungkin kebanyakan soda kue. Dan mengikuti kata pepatah: alah bisa karena terbiasa, sayapun gak berhenti mencoba bikin sampe dirasa kulit pancakenya mulus.

Dan inilah resep pancake itu:

250 gr tepung terigu segitigah biruh
250 ml susu ultrahmilk
1 butir telur
1 sdm mentega, lelehkan
sedikit vanili
sedikit  soda kue

Kemudian...

Kocok telur (boleh sampe berbusa boleh nggak) kemudian masukkan mentega yang sudah dilelehkan. Campurkan lagi dengan tepung terigu, susu cair,vanili biar harum dan soda kue. Note: jika dirasa adonan masih terasa encer tambahkan lagi terigu, lihat kekentalan adonannya ya, jangan terlalu encer jangan juga terlalu berat (istilah uopo iki) :D  

Siapkan teflon, tak perlu dioles mentega..Takar adonan dalam sendok sup (saya cuma punya sendok sup soalnya :D) dan tuang, berdoa agar lapisan atas tidak berpori, karena itu tanda kalau adonan pancake pas mantabbb. 

Pengalaman:
- jangan terlalu lama menunggu saat membalik pancake, jika dicoba lapisan bawah tidak lengket dan udah bisa dipindah kesana kemari artinya lapisan bawah pancake sudah matang. 
- Pernah nyoba adonan semuanya dicampur kecuali telur putih (dikocok sampe berbusa banget) yang katanya lebih lembut, tapi entah kenapa, di mulut rasanya sama aja, jadi silahkan bikin pancake-nya sesuai selera kawan blogger semua.


Berikut penampakannya setelah 1x gagal :D




Untuk toping, karena saya ini anak kost dan nggak punya peralatan memadai, biasanya pancake yang saya buat bertoping keju parut siram susu kental manis, atau kalau lagi rajin gula merah yang dikentalkan dan disiram. Kalau bikin pancake di sore hari, pernah dipakein es krim :9 Lagi menunggu masa dimana ada temen buat nyobain syrup maple, oleh-oleh dari seorang guru kehidupan yang lagi nerusin Ph.D di UK :)

Percayalah, bikin pancake itu ekonomis, ergonomis dan praktis. Jadi, monggo dicoba ya bikin pancakenya \(^_^)/

 Masak itu menyenangkan!

Love,

-vi^^-

*posting ini terinspirasi dari postingan Bunda raka yang posting pancake yummy kesukaan raka dan komen saya yang kepanjangan itu.


6

Aku pada mimpi

Ini semua tentang mimpi
Mimpi asal-asalan
Mimpi yang sebenarnya mungkin hanya khayalan dan obsesi tanpa alasan

Hei, tapi tunggu..Sadarkah kau..
Mungkin, saat ku langitkan khayalku itu
Ada malaikat yang sedang berlalu lalang dan dengan bahagia mengaminkan khayalku

Kau pasti tahu
Ada banyak pintaku, ada banyak inginku
Dan dari semuanya itu
IA ambil beberapa keping untuk ku kumpulkan sebagai puzzle hidupku

Kau nyata, benar-benar nyata
Kadang, aku bersedih..Bisa-bisanya aku meminta itu semua
Tapi mimpi, darimu aku belajar
Darimu aku sadar
Kaulah ucapan yang menjadi doa
Dalam khayal yang dipanjatkan tulus 


Ada butiran air mata saat ku ingat cerita lalu, ucapan-ucapan dan khayalan dulu.
Rabbi, terima kasih untuk jutaan kasih yang Engkau berikan. Hambamu ini suka sekali menerka-nerka, seakan tahu apa-apa dibalik ketetapanmu, padahal sama sekali tidak ada satupun yang bisa hamba ketahui tanpa tuntunanmu. 



-vi^^-
19

Ingat Dosa untuk 25

Hallo!

Assalamu'alaikum wrwb ^_____^

Jika ada yang bertanya, boleh tidak kita menghitung pahala?
Bagi saya, boleh! Kenapa? Karena tergantung bagaimana cara dan maksud hitungan yang kita niatkan dalam menghitung pahala itu, pastinya ingat pahala sedikit, jika ada kesempatan ibadah, pasti kita langsung bergegas. Namun riskan memang, karena bisa jadi kita jadi malas ibadah hanya gara-gara merasa sudah banyak pahalanya atau ibadahnya jadi tidak ikhlas karena hanya ingin pahala, nilai iklas dan tulus karena mengharap ridhaNYA saja menjadi berkurang.

Nah, karena kalau yang namanya menghitung pahala itu riskan dengan riya', jadi lebih baik ingat dosa saja. Apalagi ini?
Ya, ingat dosa yang kita lakukan, jadi, setiap ada ladang pahala, kita berlomba-lomba disana (fastabiqul khairats).

Postingan ini karena terinspirasi seseorang. Sebut saja dia K. Berikut percakapannya:

Me: Koq mau sih capek-capek bantuin ngangkatin barang yang berat-berat tadi? Kan bisa donk angkatnya 1 saja? *ceritanya dia habis bantuin Ibu kos yang lagi pindahan perabot*
K: Gak apa-apa. Lagipula gak capek koq, bener deh *sambil senyum-senyum ala K*
Me: *diem*
K: Kamu tahu, apa guna kita mengerjakan yang sunnah, padahal kita kan sudah mengerjakan yang wajib?
Me: Ya buat nambahin pahala.
K: Bisa. Tapi sebenarnya yang lebih tepat adalah Kita lakukan kebaikan-kebaikan itu karena memang kita tidak tahu apa benar ibadah wajib yang kita kerjakan itu berbuah pahala. Apa cukup buat nutupin dosa kita. Makanya, saya gak pernah nolak jika saya bisa. Ada yang butuh bantuan ya kita bantu. Belum bisa bantu materi ya bantu dengan tenaga. Hehehhe begitu deh kira-kira.
Me: *mulai berdecak kagum, as always lah, kalau yang beginian K gak punya saingan*

Kemudian. Sore, saya dan K berkesempatan shalat di masjid Daarut Tauhid, dan mendengar tausiyah ba'da maghrib yang diisi oleh Gurunda Aa' Gym. Temanya apa? Jangan takut lakukan kebaikan walaupun itu kecil. Kenapa? Karena dari yang kecil itu akan mendatangkan pertolongan Rabb-mu. Ya, dari yang tak bernilai itu, DIA nilai dengan penilaian terbaiknya. Mungkin saja karena yang kecil itu kita dihindarkan dari sakit, fakir dan keburukan-keburukan lainnya. Aa' Gym juga menegaskan, ingatlah, sekecil apapun kezhaliman yang kita lakukan, semuanya akan kembali kepada diri kita sendiri. Itu sebuah keniscayaan.

Dilanjut lagi malam. Saya dan K menonton episod Mario Teguh, sibuk is Good. Yang paling nyess itu ketika bab ini: Ada seorang bapak mengeluh, pendapatannya berkurang ketika lokasi jualannya pindah. Apa yang diucap Mario Teguh? Coba bapak perhatikan, sebelum bapak pindah, ibadah apa saja yang bapak lakukan, berapa kali bersyukur bapak ucapkan setiap hari? Bapak pernah lihat, ada warung terpencil, yang kadang orangpun tak sadar keberadaan warung itu, tapi pengunjungnya mobil-mobil keren? Apa penjualnya berpikir lokasi menentukan rejekinya? Tidak. Sama sekali tidak, karena semua yang kita terima, sesuai dengan kepantasan yang telah kita siapkan. Pantas tidak kita menerima yang besar, ketika menerima yang kecilpun kita masih kurang bersyukur?.

Subhanllah...Tafakur H-1 menyambut hari lahir saya. Alhamdulillah wa syukurillah, Allah kembali sadarkan saya, bahwa saya milikNYA, semua ini milikNYA. Tak ada rugi sedikitpun Allah ketika hambanya malas/rajin ibadah, karena apa yang kita kerjakan akan kembali pada kita.

Barakallahu fii umrik untuk saya.. 25 di 25, semoga bertambah berkah. Umur panjang yang manfaat, itu nikmat luar biasa. Semoga dekapanNYA tidak renggang ketika saya lakukan dosa, semoga Allah tuntun selalu jika saya mulai lalai. Amiin Allahumma Amiin.
Doa yang sama untukmu juga, kawan :)

Love,

-vi^^-



6

Menyambut 25

Hello...Hayhay (o^___^o)

Assalamu'alaikum wrwb...

Apa kabar semua?


Ehya, saya kembali dengan sesuatu yang disebut 25. 25 itu kalau di keyboard jadinya begini @% kalo diklik shift terlebih dulu. Ada apa sih dengan 25? 25 wk kah (kayak status yang lagi pada hamidun), perayaan perak kah? Tanggal gajian ya? Ah ya! Pasti tanggal lahir ya? Ayo ngaku?



gambar nemu di gugel


Iya-iya saya ngaku, 25 nanti adalah tanggal lahir saya. Hari dimana sang Esa memberikan amanah baru bagi kedua orang tua saya, sekaligus hari dimana yang empunya tulang rusuk saya boleh berbangga hati, bahwa rusuknya tumbuh subur pada diri saya *hidup maksudnya*. Nah, kalau dilihat-lihat dari tahun lahir, di tahun ini sayapun tepat 25. Maksudnya 25 in 25 gitulah. Udah tua ya ternyata? Pasti. Dewasa? Belum tentu, tapi sedang di-ikhtiarkan menjadi calon istri dan ibu yang bijak nan lembut nan halus nan cantik dan nan nan lainnya.


Sewaktu posting ini, di luar lagi diguyur hujan, entahlah, kawasan PT DI yang dekat banget sama bandaranya bandung ini suka banjir. Artinya, ada kemungkinan saya gak jadi nyalon sore ini T______T *oke skip*

Saya yang sebentar lagi akan dapat amanah lebih besar lagi karena udah semakin lama hidup di bumi, udah seperempat abad lho, masak iya gini-gini aja hidup saya? Yah, minimal sekali-kali perhatikan diri sendiri *ini yang lagi ada di benak saya*. Dulu, zaman masih pakai BB, di group, teman saya pernah bahas tentang mereka yang sudah mulai repot dan waspada akan adanya kerutan di wajah. Respon saya kala itu, cuma bisa becandain, lha wong saya itu orangnya abstrak, kalau lagi mau ya mau, kalau enggak ya lupa.

Sekarang, barusan tepatnya tiba-tiba hunting produk yang sudah lama ingin saya pakai, apalagi kalau bukan Wardah lightening series. Koq bisa? Tadi juga, barusan saya ngaca, koq muka kusam ya, koq saya gak seperti cewek-cewek lainnya yang waktu break shalatnya lebih lama dari waktu mereka menyantap makan siang *nah, kalau saya, makannya yang lama*.

2012 kemarin, saya sering panas-panasan, rutin lari di trek Gor. Padjajaran, Naik-naik ke Jayagiri, Burangrang,  mendaki 2 gunung ( Semeru di november dan Ciremai di Desember) bikin kulit muka jadi kusam, pas summit saya gak pakai satupun alas muka T__T Jadi  tambah merasa bersalah. Jadilah, untuk mengobati rasa bersalah itu, saya berniat untuk membeli lagi peralatan ayu itu. Semoga nasib mereka bagus, gak kayak nasib yang sebelum-sebelumnya. 


Seingat saya di lemari solek masih ada cream pagi/malam Natasha, cream bengkoang series mustika ratu, body lotion nivea yang sudah 2 tahun, toner/milk cleanser viva, masker dan peeling mustika ratu plus mangir putih lotion mustika ratu, TWC. What a woman! Baiklah, mereka akan saya rapihkan dari lemari solek buat diisi sama yang baru. Satu peralatan yang selalu habis saya pakai adalah body scrub, yang dari purbasari itu :) *ternyata ada juga sisi perempuan di diri saya ini*.

Dalam rangka mengamalkan doa orang tua sewaktu saya lahir, dengan memberi saya nama: Devi Ratna Dewi, disitu mereka menegaskan Devi Dewi, yang dalam bahasa manapun *sotoy*, artinya sama Devi=Dewi=Perempuan, juga dalam rangka menjaga diri untuk dia yang nanti mau menjadikan saya sahabat hidupnya, dan menjaga si buah hati agar ketika kelak ada acara pertemuan orang tua di wajah emaknya ada poles-poles bedak walaupun sedikit :D

Menjaga kan lebih baik daripada mengobati ^______^

Happy weekend!

Love,

-vi^^-



Back to Top